KBLI 55110 dan Kode KBLI Pariwisata: Mana yang Anda Butuhkan?

KBLI 55110 adalah kode klasifikasi bisnis untuk penyediaan akomodasi hotel berbintang — secara praktis, ini adalah kode yang harus dicantumkan oleh setiap investor yang berniat membangun atau mengoperasikan hotel bintang di Indonesia, termasuk di Labuan Bajo dan kawasan Parapuar. Di dalam sistem OSS-RBA (Online Single Submission — Risk-Based Approach), kode KBLI lima digit inilah yang menentukan klasifikasi risiko usaha Anda, jenis izin tambahan yang wajib ditempuh, dan apakah ambang investasi minimum PT PMA sebesar lebih dari IDR 10 miliar per kode KBLI per lokasi proyek (Peraturan BKPM No. 4/2021) berlaku untuk kegiatan yang Anda ajukan. Pilih kode yang salah di tahap awal, dan Anda akan merevisi akta notaris, memulai ulang jalur perizinan, dan kehilangan waktu yang tidak bisa dikembalikan.

Artikel ini ditujukan untuk investor asing maupun domestik yang sedang memetakan struktur perizinan untuk proyek hotel, resor, atau properti perhotelan terintegrasi di Labuan Bajo — termasuk lot-lot yang ditawarkan BPOLBF di Parapuar. Kami memetakan kode KBLI yang relevan, menjelaskan mengapa klasifikasi risiko di OSS-RBA bukan sekadar formalitas, dan memberi tanda peringatan di titik-titik yang perlu diverifikasi ulang sebelum akta ditandatangani.

Ini adalah informasi, bukan nasihat hukum atau investasi. Regulasi berubah. Sebelum mengambil keputusan, konsultasikan dengan konsultan hukum independen Indonesia dan penasihat pajak berlisensi. Jika Anda ingin diperkenalkan kepada spesialis market-entry independen yang berpengalaman di NTT, gunakan formulir pertanyaan kami.

Mengapa KBLI Menentukan Segalanya di OSS-RBA

Sebelum membahas kode mana yang tepat, penting untuk memahami mengapa pemilihan KBLI adalah keputusan struktural — bukan pengisian formulir rutin.

Dalam arsitektur OSS-RBA yang berlaku sejak UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dan PP No. 5/2021, setiap kode KBLI 5 digit membawa tiga variabel kritis yang langsung memengaruhi perjalanan perizinan Anda:

1. Tingkat Risiko (Risk Tier)
OSS-RBA mengklasifikasikan setiap KBLI ke dalam empat tingkat: Rendah, Menengah-Rendah, Menengah-Tinggi, atau Tinggi. Tingkat risiko ini menentukan apakah NIB saja sudah cukup untuk beroperasi, atau apakah Anda perlu Sertifikat Standar (verifikasi kementerian/DPMPTSP) atau Izin Usaha penuh setelah review substantif. Hotel bintang (KBLI 55110) umumnya masuk kategori Tinggi — artinya Anda tidak bisa memulai operasional hanya bermodal NIB.
2. Izin Sektoral Tambahan
Di atas NIB dan izin usaha, proyek perhotelan skala besar di kawasan seperti Parapuar akan membutuhkan: persetujuan lingkungan (UKL-UPL atau AMDAL sesuai PP No. 22/2021), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG, pengganti IMB pasca UU Cipta Kerja), Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dari DPMPTSP Manggarai Barat, dan klasifikasi bintang hotel dari Kementerian Pariwisata. Kode KBLI yang salah akan membuka jalur izin yang berbeda — atau memblokir jalur yang Anda butuhkan.
3. Ambang Investasi Minimum PT PMA
Peraturan BKPM No. 4/2021 menetapkan bahwa setiap PT PMA harus berkomitmen total investasi lebih dari IDR 10 miliar per kode KBLI 5 digit per lokasi proyek (tidak termasuk nilai tanah dan bangunan), ditambah modal disetor minimum IDR 10 miliar untuk perusahaan secara keseluruhan. Ini berlaku per kode KBLI — artinya proyek resor yang mendaftarkan KBLI 55110 (hotel bintang) dan KBLI 96121 (spa) harus memastikan setiap lini kegiatan memenuhi ambang tersebut secara mandiri jika keduanya dikategorikan berisiko tinggi. Struktur ini harus disepakati bersama penasihat hukum sebelum notaris menandatangani akta.

Singkatnya: kode KBLI bukan label administratif. Ia adalah pintu masuk ke ekosistem perizinan yang berbeda-beda kompleksitasnya.

KBLI 55110: Kode Inti untuk Hotel Bintang

Untuk proyek hotel bintang — kategori yang mencakup sebagian besar proyek perhotelan branded di Labuan Bajo, termasuk Dusit yang dilaporkan berkomitmen pada Lot 1.6 di Parapuar dengan nilai sekitar US$15 juta (sumber tunggal, belum terverifikasi; status masih dilaporkan “in progress” per April 2025) — kode utamanya adalah KBLI 55110: Penyediaan Akomodasi Hotel Berbintang.

Beberapa hal yang perlu dipahami tentang kode ini:

  • Kode ini mencakup hotel yang memiliki klasifikasi bintang resmi dari Kementerian Pariwisata (1 hingga 5 bintang). Hotel tanpa klasifikasi bintang — seperti penginapan butik atau losmen — biasanya masuk KBLI 55120 (hotel melati).
  • Klasifikasi risiko di OSS-RBA untuk KBLI 55110 adalah Tinggi — ini berarti izin usaha penuh (bukan hanya NIB) wajib diperoleh sebelum operasional. Selalu konfirmasi di portal oss.go.id pada saat pendaftaran, karena reklasifikasi dapat terjadi tanpa pengumuman publik.
  • Untuk PT PMA, menggunakan KBLI 55110 mengunci Anda pada ambang IDR 10 miliar per lokasi proyek. Proyek yang berada di bawah ambang ini tidak layak masuk jalur PMA untuk kode ini — pertimbangkan apakah skala proyek Anda memang membutuhkan entitas PMA, atau apakah skema kemitraan dengan investor domestik lebih tepat.

Kode KBLI Pariwisata yang Relevan: Tabel Referensi

Proyek perhotelan terintegrasi — resor dengan spa, fasilitas kebugaran, MICE, dan restoran — jarang berdiri hanya di atas satu kode KBLI. Tabel berikut memetakan kode-kode yang paling relevan untuk konteks Labuan Bajo dan Parapuar. Catatan editorial: selalu verifikasi nomenklatur KBLI 2020 terkini dan klasifikasi risiko OSS-RBA di portal pada saat pendaftaran. KBLI diperbarui secara berkala.

Kode KBLI Deskripsi Kegiatan Tingkat Risiko Tipikal Catatan
55110 Penyediaan Akomodasi Hotel Berbintang Tinggi Kode inti untuk hotel branded; berlaku ambang IDR 10 M per lokasi
55120 Penyediaan Akomodasi Hotel Melati (non-bintang) Menengah-Tinggi Boutique tanpa klasifikasi bintang; verifikasi di OSS-RBA
55194 Penyediaan Akomodasi Vila Verifikasi di OSS-RBA Umum untuk proyek vila-resor; konfirmasi kode KBLI 2020 tepat
82301 Jasa Penyelenggaraan Pertemuan (Konvensi/Konferensi) Verifikasi di OSS-RBA Komponen MICE; verifikasi nomenklatur KBLI 2020 terkini
82302 Jasa Penyelenggaraan Pameran, Konvensi, Insentif, dan Event Verifikasi di OSS-RBA Event organizer/MICE lanjutan; verifikasi nomenklatur KBLI 2020
96121 Aktivitas Spa Verifikasi di OSS-RBA Flag: verifikasi nomenklatur KBLI 2020 terkini sebelum mendaftar
96091 / 93119 Aktivitas Kebugaran / Olahraga Lainnya Verifikasi di OSS-RBA Pusat kebugaran dalam resor; konfirmasi kode yang berlaku untuk konsep Anda
56101 Restoran Menengah-Tinggi Biasanya didaftarkan terpisah dari kegiatan akomodasi utama

Untuk proyek wellness yang dilaporkan oleh PT Terra SparX di Parapuar (Lot M dan Lot N, berdasarkan siaran pers Kemenpar — nilai investasi dan status terkini belum terverifikasi secara independen), kode KBLI untuk spa dan kebugaran kemungkinan besar akan didaftarkan di samping kode akomodasi utama. Struktur ini harus diputuskan sebelum penandatanganan akta notaris, bukan setelahnya.

KBLI dan OSS-RBA: Bagaimana Alurnya Secara Konkret

Investor yang baru mengenal sistem perizinan Indonesia sering bingung dengan hubungan antara KBLI, OSS-RBA, dan izin sektoral yang dikeluarkan kementerian teknis. Berikut gambaran ringkas alurnya untuk proyek hotel bintang:

  1. Pilih KBLI dan konfirmasi tingkat risiko: Buka portal oss.go.id, masukkan kode KBLI yang direncanakan, dan baca klasifikasi risiko saat ini. Ini adalah langkah pertama — sebelum notaris, sebelum nama perusahaan, sebelum apapun.
  2. Bentuk PT PMA dan peroleh NIB: Akta notarial dibuat dengan mencantumkan KBLI yang telah dipilih. Setelah SK Kemenkumham diterbitkan, NIB diperoleh melalui OSS-RBA. NIB adalah pintu masuk ke semua izin berikutnya.
  3. Jalur izin sesuai tingkat risiko: Untuk KBLI 55110 (Tinggi), OSS-RBA membuka jalur izin usaha penuh yang melibatkan review substantif. Pada tahap ini, persetujuan lingkungan (UKL-UPL atau AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) mulai diproses secara paralel — tapi tidak bisa diselesaikan tanpa NIB yang aktif.
  4. TDUP dan klasifikasi bintang: Tanda Daftar Usaha Pariwisata dikeluarkan oleh DPMPTSP Manggarai Barat. Klasifikasi bintang diurus ke Kementerian Pariwisata secara terpisah. Dua dokumen ini berbeda dan sering membingungkan investor baru.
  5. Untuk Parapuar: perjanjian kerja sama dengan BPOLBF: Khusus untuk lot di kawasan HPL BPOLBF, ada langkah tambahan yang tidak ada di jalur OSS-RBA nasional: perjanjian kerja sama dengan BPOLBF untuk memperoleh hak pemanfaatan lahan (kemungkinan HGB di atas HPL atau skema BGS/BOT — instrumen pasti belum dipublikasikan BPOLBF secara resmi). Langkah ini berada di antara perolehan NIB dan formalisasi HGB di ATR/BPN Manggarai Barat.

Urutan ini tidak bisa dibalik. Dan untuk Parapuar, jalur kerja sama dengan BPOLBF berjalan di luar sistem OSS-RBA — artinya ada dua “mesin birokrasi” yang harus dijalankan secara bersamaan namun dengan ritme yang berbeda.

Jika Anda sedang memetakan jalur ini dan ingin diperkenalkan dengan penasihat hukum independen yang berpengalaman di NTT, hubungi kami melalui formulir pertanyaan kami atau WhatsApp — detailnya ada di halaman kontak. Tidak ada yang bisa membayar kami untuk mengubah apa yang kami publikasikan; jika Anda menggunakan pengenalan kami dan melanjutkan bersama spesialis tersebut, mereka mungkin membayar biaya referral kepada kami tanpa biaya tambahan bagi Anda.

KBLI untuk MICE dan Fasilitas Event di Labuan Bajo

Labuan Bajo memiliki preseden MICE yang nyata: Golo Mori Convention Center (GMCC) menjadi venue Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-42 pada Mei 2023. Meruorah Komodo di waterfront kota juga difungsikan untuk side-event G20. Ini bukan sekadar pemasaran destinasi — ada permintaan MICE yang sudah terbukti di kawasan ini.

Untuk proyek yang menyertakan komponen MICE atau penyelenggaraan event, dua kode yang paling relevan adalah KBLI 82301 (jasa penyelenggaraan pertemuan — konvensi dan konferensi) dan KBLI 82302 (jasa penyelenggaraan pameran, konvensi, insentif, dan event lainnya). Keduanya harus didaftarkan sebagai kegiatan usaha terpisah jika MICE bukan sekadar fasilitas pendukung akomodasi, melainkan lini bisnis independen.

Satu nuansa penting: jika ballroom atau ruang pertemuan hanya mendukung tamu hotel dan tidak dioperasikan sebagai venue komersial untuk pihak ketiga, banyak proyek yang tidak mendaftarkan 82301/82302 sebagai KBLI terpisah. Tapi begitu venue tersebut mulai disewakan untuk event eksternal — konferensi perusahaan, pernikahan, pameran — kode MICE menjadi relevan dan perlu didaftarkan sebelum operasional komersial dimulai. Ini adalah titik yang sering diabaikan dan muncul sebagai masalah ketika proyek sudah berjalan.

KBLI Spa dan Kebugaran: Flag Verifikasi Wajib

Untuk komponen spa dalam resor wellness — yang menjadi daya tarik kunci bagi tipe investor seperti Terra SparX di Parapuar — kode yang paling sering disebut adalah KBLI 96121 (Aktivitas Spa). Namun ada catatan penting di sini.

Nomenklatur KBLI diperbarui secara berkala oleh BPS (Badan Pusat Statistik), dan antara KBLI 2015 dan KBLI 2020, sejumlah kode di sektor jasa kesehatan dan kebugaran mengalami pergeseran. Kode 96121 yang sering dirujuk dalam literatur konsultansi mungkin valid di KBLI 2020, tapi harus diverifikasi langsung di portal OSS-RBA sebelum dicantumkan dalam akta — bukan dari artikel ini, bukan dari brosur agen perizinan, dan bukan dari chatbot AI manapun. Tulis angkanya, buka portal, dan baca deskripsi resminya.

Hal yang sama berlaku untuk kode kebugaran. KBLI 93119 (aktivitas olahraga lainnya) dan KBLI 96091 (aktivitas kebugaran) adalah dua kode yang sering disebut untuk pusat kebugaran dalam resor — mana yang berlaku tergantung pada konsep spesifik fasilitas Anda dan bagaimana BPS mengklasifikasikannya saat ini. Perbedaan kode di sini bukan soal estetika; ia menentukan tingkat risiko, persyaratan sertifikasi tenaga ahli, dan izin operasional yang berbeda.

Ambang IDR 10 Miliar: Cara Membacanya dengan Benar

Ketentuan Peraturan BKPM No. 4/2021 tentang ambang investasi IDR 10 miliar sering disalahpahami. Mari kita urai secara konkret.

Ambang ini bersifat per kode KBLI 5 digit per lokasi proyek, tidak termasuk nilai tanah dan bangunan. Artinya:

  • Sebuah PT PMA yang membangun hotel bintang (55110) di Labuan Bajo harus berkomitmen lebih dari IDR 10 miliar untuk kegiatan tersebut di lokasi tersebut — dalam bentuk peralatan, infrastruktur, modal kerja, dan aset produktif lainnya selain tanah dan bangunan fisik.
  • Jika PT PMA yang sama juga mendaftarkan kegiatan spa (96121) di lokasi yang sama sebagai kegiatan terpisah, kode spa itu secara prinsip juga harus memenuhi ambang — meski dalam praktik, kegiatan pendukung sering digabungkan di bawah satu kode dominan. Konfirmasi dengan penasihat hukum sebelum memutuskan struktur KBLI.
  • Modal disetor minimum IDR 10 miliar adalah untuk perusahaan secara keseluruhan — bukan per kode. Ini angka yang harus sudah terpenuhi saat akta ditandatangani atau paling lambat saat perizinan OSS-RBA difinalkan.

Untuk proyek di kawasan Parapuar, konteks tambahannya adalah bahwa investasi di lot HPL BPOLBF tidak termasuk pembelian tanah (karena tidak ada pembelian — yang diperoleh adalah hak derivatif dari HPL). Dengan demikian, ambang IDR 10 miliar harus dipenuhi sepenuhnya dari komponen selain tanah dan bangunan, yang bisa mencakup furnitur dan perlengkapan, peralatan restoran dan spa, sistem teknologi, dan modal kerja awal. Untuk proyek hotel bintang mid-scale, angka ini umumnya dapat dipenuhi — tapi perlu dipetakan secara eksplisit dalam rencana bisnis yang diserahkan ke OSS-RBA.

Parapuar dan OSS-RBA: Titik Sambung yang Sering Terlewat

Satu hal yang sering tidak dijelaskan dalam panduan investasi umum adalah bahwa OSS-RBA nasional dan jalur kerja sama BPOLBF untuk lot Parapuar adalah dua sistem yang berjalan paralel — dan keduanya harus diselesaikan sebelum investor bisa memulai konstruksi.

OSS-RBA memberikan legitimasi entitas dan perizinan usaha nasional. BPOLBF memberikan hak pemanfaatan lahan di kawasan HPL-nya. Tidak ada mekanisme otomatis yang menghubungkan persetujuan OSS-RBA dengan hak atas lot di Parapuar — keduanya harus dikejar secara bersamaan tapi melalui pintu yang berbeda.

Ini relevan untuk pemilihan KBLI karena: ketika BPOLBF meminta kelengkapan dokumen investasi sebagai bagian dari proses kerja sama, mereka akan melihat NIB dan KBLI yang terdaftar sebagai sinyal tentang jenis dan skala proyek yang direncanakan. KBLI yang tidak konsisten dengan proposal proyek bisa mempersulit negosiasi kerja sama — bahkan sebelum pertanyaan tentang harga lot muncul.

Per pertengahan 2026, BPOLBF belum mempublikasikan tarif atau jadwal harga untuk lot Parapuar secara resmi. Dua investor yang namanya sudah masuk catatan publik adalah Dusit (US$15 juta dilaporkan untuk Lot 1.6, sumber tunggal, belum terverifikasi) dan Eiger (US$1,2 juta untuk toko dan kedai kopi, sumber tunggal, Oktober 2025 disebutkan sebagai komitmen mulai konstruksi). Plt Dirut BPOLBF Frans Teguh menyebut 5–6 investor berkomitmen pada 2025; tiga hingga empat lainnya belum disebutkan secara publik. Semua lot dan status ini harus dikonfirmasi langsung dengan divisi investasi dan kerja sama BPOLBF.

Jika Anda sedang dalam tahap scoping dan ingin gambaran terkini tentang ketersediaan lot serta pengenalan kepada spesialis hukum independen di NTT, hubungi kami melalui formulir pertanyaan kami.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu KBLI 55110 dan untuk apa kode ini digunakan?

KBLI 55110 adalah kode klasifikasi bisnis Indonesia untuk penyediaan akomodasi hotel berbintang — yaitu hotel yang memiliki atau berencana memperoleh klasifikasi bintang resmi dari Kementerian Pariwisata. Kode ini wajib dicantumkan dalam akta pendirian PT PMA yang akan membangun atau mengoperasikan hotel bintang di Indonesia, termasuk proyek di kawasan Parapuar Labuan Bajo. Di sistem OSS-RBA, KBLI 55110 umumnya diklasifikasikan sebagai kegiatan berisiko Tinggi, yang berarti izin usaha penuh — bukan hanya NIB — diperlukan sebelum operasional dimulai.

Berapa ambang investasi minimum PT PMA untuk menggunakan KBLI 55110?

Berdasarkan Peraturan BKPM No. 4/2021, PT PMA yang mendaftarkan KBLI 55110 di suatu lokasi proyek harus berkomitmen total investasi lebih dari IDR 10 miliar untuk kegiatan tersebut di lokasi tersebut, tidak termasuk nilai tanah dan bangunan. Selain itu, perusahaan wajib memiliki modal disetor minimum IDR 10 miliar. Ambang ini berlaku per kode KBLI 5 digit per lokasi proyek — bukan per perusahaan secara keseluruhan jika ada beberapa kode atau lokasi yang berbeda.

Apakah proyek resor yang mencakup spa dan MICE perlu mendaftarkan beberapa kode KBLI?

Umumnya, ya. Hotel bintang masuk KBLI 55110; kegiatan spa biasanya memerlukan kode terpisah (96121 atau kode KBLI 2020 yang berlaku — verifikasi di OSS-RBA); penyelenggaraan event/MICE komersial untuk pihak eksternal memerlukan 82301 atau 82302. Kegiatan restoran yang dioperasikan secara terpisah masuk 56101. Kode mana yang perlu didaftarkan dan bagaimana menstrukturkan kegiatan dominan versus pendukung adalah pertanyaan yang harus dijawab bersama penasihat hukum sebelum notaris menandatangani akta — reklasifikasi setelah fakta memakan waktu dan biaya lebih besar dari yang kebanyakan investor antisipasi.

Apakah ada insentif fiskal khusus untuk hotel di Parapuar atau Labuan Bajo?

Tidak ada. Parapuar bukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga fasilitas fiskal KEK di bawah PP No. 40/2021 — termasuk pengurangan PPh Badan, fasilitas PPN/PPnBM, dan pembebasan bea masuk — tidak berlaku. Tax holiday di bawah PMK 130/PMK.010/2020 menargetkan industri pionir, dan hotel standar umumnya tidak masuk daftar tersebut. Tax allowance di bawah PP 78/2019 mungkin tersedia tergantung KBLI dan lampiran regional yang berlaku — ini perlu diverifikasi per kasus dengan penasihat pajak. BPOLBF menawarkan fasilitasi dan koordinasi; tidak ada insentif fiskal spesifik Parapuar yang dikonfirmasi dalam instrumen yang mengikat secara hukum.

Bagaimana cara memverifikasi KBLI 2020 yang tepat sebelum mendaftar?

Langsung di portal OSS-RBA (oss.go.id) — gunakan fitur pencarian KBLI di portal tersebut untuk membaca deskripsi resmi dan klasifikasi risiko terkini. Sumber sekunder seperti panduan konsultan, brosur agen perizinan, atau artikel online (termasuk artikel ini) dapat berubah atau tidak mencerminkan pembaruan terkini. BPS juga mempublikasikan dokumen KBLI resmi, tapi OSS-RBA-lah yang menjadi referensi operasional untuk proses perizinan. Untuk kepentingan akta notaris, konfirmasikan pilihan KBLI dengan notaris dan penasihat hukum yang memiliki akses langsung ke sistem OSS-RBA terkini.

Scroll to Top